Kamis, 14 Juni 2012

Apa Guru Hanya Mengajar Saja atau Mengajar dan Mendidik ?


Kehawatiran keadaan anak –anak siswa sekarang ini makin memprihatinkan, katanya pendidikan mulai bagus malah sifat, sikap, adab, akhlak dan tatakrama anak-anak sekarang sudah jauh menuju negatif kalau saya sebutkan, memang di waktu masa saya juga sebagai anak-anak bandel tapi masih ada saling menghargai orang tua. Sepert contoh kecil: waktu saya lewat guru aja kita menepi dan pura2 sembunyi. tapi sekarang ini jangankan menyingkir dari jalan merokok saja bisa di depan gurunya dan menawarka pula tuh. Apa zaman ini memang seharusnya dah kayak gini ya...?


Kita sekarang membahas tentang guru, saya di bangku kuliah diajarkan bahwa guru adalah pendidik bukan sekedar pengajar saja itulah yang tertanam dipikiran saya. Apa sekarang ini semua guru berpikiran dia sebagai pendidik dan pengajar atau cuman sepintas pikiran saja tanpa melakukannya? Saya tanyakan beberapa guru juga, sebenarnya mereka  pingin melaksanakan mendidik juga bukan sekedar mengajar saja. Alasan yang paling banyak adalah sekarang ini  dia tidak mau mendidik karena kekurang ajaran anak-anak sekolah zaman sekarang yang gak mau didik alias gak mau dengarkan nasehat lagi memang ada sebagian kecil yang masi mau tapi yang mendominasi adalah yang tidak mau diajar. Katanya sih itu diakibatkan salah satu undang-undang perlindungan anak dinegara ini yang mentimang-timang anak-anak sekarang ini walau disikap yang salah. Dan tidak adanya undang-undang perlindungan untuk guru. Sehingga anak-anak sekarang leluasa melakukan sesuatu hal yang buruk sekalipun karena tidak ada yang berani menghukum dengan tegas lagi. Saya teringat terhadap kata-kata orang tua di waktu saya kecil “Guru atau Orang Tua marahin atau mungkul (menghukum) kita itu  tanda sayang

Coba anda pikirkan sejenak Apa mau guru atau orang tua kita menghukum kita kalau kita bersikap baik dan tidak ada buat masalah? Gak mungkin karena guru dan orang tua kita adalah orang terdidik kecuali ada kelaian pada guru itu. Dan coba pikirkan lagi apa nanti anak-anak sekarang ini yang kurang terdidik menjadi orang tua yang terdidik dan bisa mendidik? Apa kita nanti tanpa terdidik kita akan seperti hewan yang bebas menerkam siapa saja. Coba lihat buktinya banyak diberitakan orang suami istri  saling bunuh –membunuh, mutilasi dan lain-lain. Kalau menurut saya itu diakibatkan karena tidak terdidik dari sikap yang saling menghargai dan menghormati dll.

Sekarang semangat juang mendidik guru makin lama- makin menurun karena ketakutakan akan membuat kesalahan- kesalahan kecil yang berakibat fatal yang bisa saja menjebloskan kepenjara. Makanya sekarang guru-guru sekarang kurang mau melakukan mendidik dan hanya melakukan sebatas mengajar saja, dan seterusnya uru tidak akan mempedulikan dapat atau tidak dapatnya pelajaran,paham atau tidak pahamnya siswa terhadap pelajaran kemungkinan nantinya guru tidak akan penduli lagi.

Bagaimana nanti keadaan anak bangsa ini yang tidak terdidik lagi, dan akan menjadi bangsa yang hancur akibat anak bangsanya yang tidak terdidik. Siapa yang akan disalahkan kalau negara dan warganya sudah tak terdidik, dan tidak terhambat kemungkinan warganya akan tidak teratur dan mudah terpropokasi atau terpengaruh dari luar. Apa kita akan tidak sadar? Kapan lagi kita sadar..? Apa mau kita Allah  SWT yang akan memberi hukuman seperti bencana kepada kita supa kita sadar. Yang akhir- akhir ini jadikanlah sebagai peringatan. Jangan tunggu  yang lebih dasyat untuk kita menyesaltanpa ada guna menyesai itu.

Sebgai saran saya kalau memanglah pemerintah tidak mengeluarkan undang-undang perlindungan guru sebagai hak memberi sanksi terhadap siswa. Alangkah baiknya Sekolah atau Yayasan mebuat Peraturan sendiri yang transparan dan mendidik dan disetujui semua pihak yang berkepentingan disekolah misalnya Komite sekolah selaku orang tua dan wali Siswa. Sehingga guru atau pihak seklah dengan leluasa bisa mendidik siswanya dan memberi hukuman yang semestinya kepada siswa. Dan tidak ada campurtangan dari luar baik orang tua asli atau saudara-saudaranya karena di sekolah sebagai orang tua adalah guru-guru yang ada disekolah itu.

0 komentar:

Posting Komentar